DENPASAR, OborDewata.com – Langkah besar menuju Bali Hijau semakin nyata. Dengan inovasi digitalnya PT Sentrik Persada Nusantara bersatu dengan PT Enviro Mas Sejahtera dalam sebuah misi kolaboratif untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi. Fokus utama kerja sama ini adalah penerapan teknologi pengolahan sampah organik tepat guna di tingkat Banjar.
Founder PT. Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana menjelaskan, melalui unit inovatif yang dimiliki PT Enviro Mas Sejahtera bernama Somya (Automatic Rapid Digester), kedua perusahaan ini menawarkan sistem desentralisasi sampah. Artinya, sampah tidak lagi menumpuk di TPA, melainkan selesai dikelola langsung di lingkup komunitas lokal.
Banjar merupakan jantung sosial dan budaya masyarakat Bali. Dengan menempatkan teknologi Somya di setiap Banjar, PT Sentrik Persada Nusantara dan PT Enviro Mas Sejahtera bertujuan untuk kemandirian komunitas memberdayakan krama banjar untuk mengelola sampahnya sendiri secara mandiri dan modern.
“Artinya, adanya sistem teknologi pengolahan sampah berbasis banjar bisa mengurangi biaya angkut sampah yang tinggi dan kemacetan akibat truk sampah di jalan raya. Sekaligus juga memiliki nilai ekonomis, dimana sampah organik yang diolah melalui mesin Somya dapat menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang bisa digunakan kembali untuk taman atau pertanian warga,” bebernya pada Kamis (19/2/2026).
Hal yang sama dikatakan Direktur PT Enviro Mas Sejahtera, AA Ngurah Panji Astika, pada dasarnya teknologi Somya merupakan teknologi yang cerdas dan terukur, sehingga membawa teknologi mesin digester yang dirancang ramah pengguna. Dalam unit yang diperkenalkan, terdapat panduan visual yang jelas mengenai pemisahan sampah: Allowed (Diterima): Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daging, hingga tulang kecil. Not Allowed (Dilarang): Plastik, botol, bahan kimia, oli, dan limbah anorganik lainnya.
“Penyatuan kekuatan antara PT Sentrik Persada Nusantara dan PT Enviro Mas Sejahtera adalah bentuk komitmen kami terhadap kearifan lokal. Dengan pendekatan berbasis Banjar, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga memperkuat gotong royong warga melalui teknologi,” ungkapnya.
Sejatinya, langkah strategis ini disambut baik sebagai solusi konkret dalam mengatasi darurat sampah di Bali. Dengan pengelolaan yang tuntas di level hilir (Banjar), citra Bali sebagai destinasi pariwisata hijau kelas dunia akan semakin kuat dan terjaga kelestariannya.
PT Sentrik Persada Nusantara dan PT Enviro Mas Sejahtera berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan teknis kepada setiap Banjar yang mengadopsi sistem ini, memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang. tra/dx.



