DENPASAR, OborDewata.com – Film Tegar garapa Rumah Produksi Aksa Bumi Langit menceritakan tentang anak yang berkebutuhan khusus, ingin bergaul serta ingin belajar mandiri seperti layaknya anak kecil yang normal. Sejatinya Film Tegar merupakan film keluarga, dimana Tegar seorang anak berkebutuhan khusus ditinggalkan oleh ayahnya, karena tidak terima mempunyai anak seorang difable.
Bahkan ibunya sendiri selalu sibuk memikirkan karirnya, sehingga Tegar kurang mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya. Melihat hal tersebut, sang Kakek yang dibintangi oleh Dedy Mizwar sangat menyayanginya, bahkan sang kakekpun bertekad Tegar bisa menggantikan posisinya meskipun dengan kondisi difable, tapi sangat disayangkan diawal film sang kakek terlalu cepat meninggalkan Tegar karena meninggal dunia.
Produser Film Tegar, Chandra Sembiring mengatakan, Dalam cerita Film Tegar, banyak pesan moral yang diberikan bahwa difable berhak mendapatkan suatu pendidikan yang layak. Dan Tegar itu lahir di Bali dan pindah tinggal di Bandung, maka special screening diadakan di Bali dan ingin melihat bagaimana antusias masyarakat Bali dengan film Tegar ini. Film ini akan tayang di Bioskop pada tanggal 24 November 2022.
“Saya ingin penonton bisa melihat hal baru di film ini bagaimana semangatnya tegar,” kata Chandra.
lebih lanjut ia mengatakan kampanye film tegar ini mengajak kampus, perusahaan swasta dan media untuk berkolaborasi. “Saya harap film ini bisa menginfluen dan memberikan edukasi untuk penonton,” harapnya.
Sutradara Anggi Frisca mengatakan ketertarikannya untuk menyutradarai flm ini karena ternyata banyak teman-teman disabilitas dengan keterbatasan ternyata mereka mempunyai mimpi dan keinginan salah satunya Tegar. “Dengan adanya film ini saya berharap masyarakat lebih peduli terhadap disabilitas, sebetulnya mereka yang memiliki kekurangan membutuhkan hak yang layak,” terang Anggi seraya menambahkan proses shooting film Tegar sendiri untuk pemeran utamanya yaitu Aldifi Tegarjaya melakukan treatment khusus selama 1 tahun. Dalam proses penulisan skenario kita melibatkan partisipasi dari salah satu teman disabilitas, kita juga coba audensi ke berbagai pihak seperti Kemendikbud dan Kemensos.
Pemeran utama film Tegar, Aldifi Tegarjaya mengatakan senang dan berterima kasih bisa menjadi bagian dalam film tersebut. “Seneng bisa shooting dan jadi bintang film,” ucap Tegar. sathya



