DENPASAR, OborDewata.com – Menjelang Hari Raya Nyepi pada Kamis (3/3/2022), maka Bank BPD Bali mempersiapkan dana Kas dan ATM hingga Rp325 Milyar. Hal tersebut disiapkan untuk kebutuhan transaksi masyarakat Bali yang masih menggunakan uang tunai. Selain itu juga, pada malam Pengerupukan sehari sebelum Nyepi, Bank BPD Bali akan mematikan sementara secara bertahap diseluruh layanan ATMnya dan aktif kembali pada Jumat pagi (5/3/2022).
Direktur Bisnis Non Kredit, I Nyoman Sumanaya menjelaskan, dengan Bank BPD Bali menonaktifkan layanan ATMnya pada malam pengerupukan, bertujuan untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai seperti QRIS, Internet Banking maupun yang lainnya. Sejatinya, nasabah Bank BPD Bali 70 persen sudah menggunakan layanan digital, dan merchant Bank BPD Bali juga sudah pada aktif dari warung kecil hingga sampai supermarket.
“Pada dasarnya sebagian besar nasabah kami sudah menggunakan layanan digital Bank BPD Bali, tetapi kalau saya perhatikan dalam penggunaan transaksi uang tunai rata-rata pengunanya nasabah pensiunan,” jelasnya pada Rabu (1/3/2022).
Sumanaya menambahkan, dengan adanya libur nasional Nyepi disambung dengan weekend Bank BPD sudah menyiapkan dana kas dan ATM hingga Rp325 Milyar. “Jadi masyarakat yang akan berlibur dan mengunjungi kerabat usai melaksanakan penyepian tidak perlu khawatir, sebab ATM secara otomatis akan aktif kembali pada Pukul 06 Wita,” ucapnya seraya mengatakan dirinya berharap kepada nasabah Bank BPD Bali untuk bisa menggunakan layanan e-chanel Bank BPD Bali seperti mobile banking, Q-Ris, Internet Banking. dx



