TABANAN, OborDewata.com – Teknologi Biosaka atau Elisitor biosaka merupakan temuan dari alam yang berpotensi dasar membuat tanaman sehat dan murah karena bahan tersedia melimpah di alam. Teknologi biosaka dan POC Bioinokulum ini adalah teknologi terbarukan yang sudah diuji coba secara luas.
Untuk menguji keberhasilan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistanpangan) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada S.P., M.Agb., melakukan kunjungan ke Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Jumat (17/2/2023). Dalam kegiatan kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa akan mengoptimalkan penggunaan biosaka dan bio inokulum ini. “Seperti yang diketahui biosaka ini melalui proses sederhana sehingga menghemat biaya produksi dan meminimalisir hama penyakit yang mengganggu tanaman,” ujar Wayan Sunada.
Menurut Wayan Sunada, kunjungan dari Kadistanpangan Provinsi Bali ini merupakan sosialisasi pengembangan teknologi baru dalam pertanian dan menegaskan bahwa biosaka sebagai elisitor yang dapat merangsang sel-sel pada tanaman sehingga dapat tumbuh dengan baik. Berasal dari bahan alami yang merupakan ekstrak hasil remasan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal pertanaman yang mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitarnya.
“Teknologi biosaka yang telah diujicoba pada demplot di Subak Bengkel ini adalah salah satu upaya untuk mendukung sistem pertanian organik di Bali,” pungkasnya. sathya/ama/ksm



