Ekonomi Bisnis

Semester I 2025 Bank BPD Bali Salurkan Kredit Hingga Rp24,14 Triliun, Kepercayaan Krama Bali Makin Meningkat

Bank BPD Bali Kembali Raih Predikat “Sangat Bagus”
896 Views
DENPASAR, OborDewata.com – Gebrakan kinerja Bank BPD Bali dalam memajukan perekonomian daerah Bali, semakin menumbuhkan kepercayaan para Krama Bali, hal tersebut dibuktikan dengan Bank BPD Bali hingga saat ini sudah menyalurkan kreditnya hingga mencapai Rp22,83 triliun.
Dijelaskan Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, S.E., M.M., penyaluran kredit mencapai Rp22,83 triliun atau naik 7,94%, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross di angka 0,92%, lebih rendah dari rata-rata industri yang berada di level 2,08%. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun juga tumbuh 15,10% menjadi Rp32,17 triliun, menunjukkan kepercayaan publik terhadap Bank BPD Bali.
“Pada tahun 2024, bank ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp878,47 miliar, meningkat 19% secara tahunan—jauh di atas rata-rata industri yang hanya tumbuh 4,88%. Sedangkan Di semester pertama 2025, Bank BPD Bali berhasil mempertahankan momentum positif. Laba bersih per Juni tercatat Rp642,28 miliar (tumbuh 17,67% yoy), dengan penyaluran kredit mencapai Rp24,14 triliun dan rasio NPL gross turun menjadi 0,90%.”
ungkapnya pada (6/8/2025).
Laporan Neraca Semester I Juni 2025, dimana  Aset BPD Bali sebesar Rp.40.412,05 T, tumbuh 8,85% (yoy) pencapaian 101,79%. Laba tercatat sebesar Rp. 642,28 M tumbuh 17,67% (yoy) pencapaian 114,84%. Kredit tercatat sebesar Rp. 24.144,74 T tumbuh 9,73% pencapaiannya 100,42% Share Kredit Produktif 59,39% dari total kredit. Penyaluran Kredit UMKM 50,42%. DPK tercatat sebesar Rp33.345,42 tumbuh 6,58% pencapaiannya 101,67%.
Modal tercatat sebesar Rp. 5.148 T, Modal Inti tercatat 4.933T. Rasio Keuangan BPD Bali: NPL 0,90%, CAR  27,71%, ROA 3,89%, ROE  28,09%, NIM  6,53%, BOPO  61,38%, LDR  71,55%, CIR  48,41%, Kredit UMKM 50,42% dari total kredit, tumbuh 9,33% (yoy) pencapaia  100,10%, Kredit Konsuntif 41,08%, Kredit Wholesate 8,50%
Atas dasar inilah Bank BPD Bali mencatatkan pencapaian luar biasa dalam pemeringkatan “Rating 105 Bank Versi Infobank 2025”. Bank daerah milik Pemerintah Provinsi Bali ini meraih predikat “sangat bagus” untuk ke-27 kalinya secara berturut-turut, sekaligus menempati peringkat tertinggi dalam kelompok KBMI 1 dengan aset Rp25 triliun ke atas.
Penilaian tersebut dilakukan oleh Biro Riset Infobank terhadap 105 bank umum nasional. Dalam kategori KBMI 1 yang mencakup 19 bank dengan aset minimal Rp25 triliun, hanya 12 bank yang memperoleh predikat “sangat bagus”. Bank BPD Bali meraih nilai tertinggi dengan skor kinerja 94,38%.
Menurut hasil penilaian, Bank BPD Bali menunjukkan performa unggul dalam berbagai aspek, antara lain permodalan, rentabilitas, efisiensi, kualitas aset, manajemen risiko, likuiditas, dan tata kelola perusahaan (GCG).
Lestara melanjutkan, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi holistik dan berkelanjutan. “Kami terus memperkuat transformasi digital, memperluas layanan, dan membangun budaya kerja berbasis nilai-nilai cinta dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam mendukung transformasi digital, Bank BPD Bali telah mengembangkan layanan seperti Balipay (e-money), QRIS, internet banking, serta platform penerimaan pajak dan pengelolaan keuangan daerah, termasuk Siskeudes dan MPN G3. Bank ini juga menjadi penyedia Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen pemerintah.
Dari sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) berhasil ditekan dari 65,95% menjadi 61,38%, sementara return on asset (ROA) tercatat di angka 3,89% dan return on equity (ROE) sebesar 28,09%. Aset per Juni 2025 tercatat sebesar Rp40,41 triliun, naik 8,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank BPD Bali juga memiliki pangsa pasar di atas 25% di Bali dan aktif berperan sebagai agen pembangunan daerah. “Transformasi digital yang kami lakukan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ujar Sudharma.
Ke depan, Bank BPD Bali menetapkan fokus pada penguatan ekosistem digital, peningkatan kredit ke sektor produktif, pengembangan pembiayaan berkelanjutan berbasis prinsip ESG, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) dan budaya organisasi yang adaptif.
Capaian beruntun selama 27 tahun ini menjadi catatan tersendiri dalam industri perbankan nasional dan menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga soal konsistensi dan komitmen jangka panjang. tra/dx