BADUNG, OborDewata.com – Gelombang dukungan terhadap ekosistem transportasi berkelanjutan berbasis kearifan lokal terus mengalir. Sejumlah pimpinan komunitas transportasi di wilayah Canggu dan sekitarnya secara resmi menyatakan antusiasme dan kesiapan mereka untuk bergabung dalam jaringan Tri Hita Trans pada (Sabtu 21/2/2026)
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis bagi para sopir lokal untuk menghadapi gempuran aplikasi transportasi daring (online) asing, sekaligus memperkuat peran Desa Adat dalam sektor pariwisata.
I Nengah Sudita, perwakilan dari Canggu Beach Transport (CBT), mengungkapkan bahwa kehadiran Tri Hita Trans adalah jawaban yang dinanti-nantikan oleh para pelaku transportasi lokal yang telah berdiri sejak tahun 2009.
”Kami di CBT sudah merasakan bagaimana anggota kami yang awalnya 50-an orang mulai tergeser oleh sistem online. Tri Hita Trans adalah solusi tepat karena sistemnya jelas, bekerja sama dengan Desa Adat, dan tidak memotong rezeki sopir seperti aplikasi lain yang selama ini ada,” ujar Sudita.
Senada dengan Sudita, Gede Miasa dari komunitas transport Trinadi Pipitan Kayu Tulang Umabuluh, menekankan pentingnya sosialisasi yang masif ke pos-pos transportasi di lapangan. Ia menyebut bahwa keterlibatan Desa Adat adalah kunci utama kekuatan sektor transportasi di Bali.
”Kita perlu menyentuh langsung unit-unit di bawah, seperti JPB, Candi Beach, hingga teman-teman di Tibubeneng dan Canggu. Konsep yang menawarkan kepemilikan aset melalui website dan investasi ini sangat bagus untuk masa depan kami,” ungkap Gede Miasa.
Sementara itu, I Putu Gede Siarta dari Babakan Transport, menyoroti keunggulan fasilitas yang ditawarkan, terutama kemudahan dalam peremajaan armada ke kendaraan listrik (EV).
”Inovasi ini luar biasa. Kita dimudahkan mendapatkan unit mobil listrik dengan bunga rendah. Bahkan, fasilitas pendukung seperti Charging Station di jalur-jalur utama sangat membantu jika kita membawa tamu menempuh perjalanan jauh ke Singaraja atau Karangasem,” jelasnya.
Tidak hanya soal teknologi, komunitas transportasi juga berharap Tri Hita Trans dapat meningkatkan standar pelayanan melalui edukasi. Para driver diharapkan tidak hanya sebagai pengemudi, tetapi juga duta budaya yang mampu memberikan informasi akurat tentang sejarah dan tradisi Bali kepada wisatawan.
GM PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya menambahkan, bahwa dukungan regulasi dari pemerintah dan sektor swasta akan terus dikawal agar aplikasi ini menjadi payung hukum yang kuat bagi para driver lokal. “Kita tidak hanya bicara transportasi, tapi juga pengembangan aplikasi ke sektor hotel, tiket, dan ekonomi kerakyatan lainnya,” tutupnya.
Dengan bergabungnya komunitas-komunitas besar di kawasan pariwisata strategis ini, Tri Hita Trans optimistis dapat menciptakan ekosistem transportasi yang modern tanpa meninggalkan akar budaya Bali.
Sejatinya Aplikasi Tri Hita Trans yang dimiliki oleh PT Sentrik Persada Nusantara, Tri Hita Trans adalah aplikasi transportasi berbasis digital yang, memadukan teknologi dan budaya Bali melalui filosofi Tri Hita Karana (harmoni manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam). Menjadi bagian dari upaya transformasi transportasi hijau di Bali. Dirancang agar pelaku transportasi lokal, termasuk koperasi dan desa adat, dapat ikut serta dan tidak terpinggirkan oleh inovasi teknologi baru.
Tujuan Utama Adalah Aplikasi ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain, memberi ruang bagi pelaku lokal seperti koperasi angkutan agar tetap berperan dalam ekosistem transportasi digital. Mendorong transportasi yang ramah lingkungan, misalnya melalui kendaraan listrik atau sistem layanan transportasi yang lebih efisien. Menggabungkan nilai budaya dan sosial ke dalam layanan digital sehingga manfaatnya tidak hanya ekonomis tetapi juga berkelanjutan secara sosial dan budaya.
Aplikasi Tri Hita Trans berkonsepkan dengan Tri Hita Karana Konsep Tri Hita Karana sendiri adalah filosofi Bali yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Aplikasi Tri Hita Trans mencoba menerapkan filosofi ini ke dalam layanan transportasi, misalnya dengan memperhatikan kesejahteraan sopir lokal dan pengelolaan lingkungan melalui transportasi yang lebih bersih.
Singkatnya, Tri Hita Trans adalah aplikasi transportasi digital dengan pendekatan kultural dan sosial, bukan sekadar aplikasi ride-hailing biasa. Itu dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku lokal sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkeadilan. tra/dx



