DENPASAR, OborDewata.com – Kinerja luar biasa berhasil diraih oleh PT Jasa Raharja Cabang Bali di penghujung tahun 2022. Terbukti di bawah komando Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri berhasil menempati posisi peringkat kedua Nasional Anev Luar Biasa Periode November 2022. Hal itu, juga berdasarkan hasil evaluasi kinerja pelayanan luar biasa versi 3 rekapitulasi nilai tertimbang dan predikat kinerja ini, merupakan lingkup laporan periode 1 Januari sampai 30 November 2022. Hal tersebut dibeberkan, saat Media Gathering PT Jasa Raharja Cabang Bali di Warung Be Sanur, Renon, Denpasar, pada Rabu (14/12/2022). Abubakar mengatakan selain itu Kinerja Operasional Jasa Raharja Bali melampaui target yang ditetapkan.
“Seperti jumlah rumah sakit yang bekerja sama atau mempunyai PKS dengan Jasa Raharja ada 66, sedangkan RSU Kemenkes yang berperasi ada 61. Sehingga persentase RS PKS-JR ada 108,20 persen,” ungkapnya. Kinerja operasional lainnya, lanjut Abubakar adalah Kinerja Operasional Realisasi Pembayaran Santunan Luka Luka yang ditransfer ke rekening Rumah Sakit (overbooking) ada 99,20% sementara Target Tahun 2022 sebanyak 87,5%. “Sedangkan Realisasi Rata-Rata Kecepatan Penyelesaian Santunan Korban MD di Bali 18 jam atau kurang dari 1 hari. Sementara Target Tahun 2022 : 3 Hari. Dan Realisasi Rata-Rata Kecepatan Penyelesaian Santunan sejak pengajuan berkas lengkap selama 8 menit sementara Target Tahun 2022 1 Jam,” bebernya.
Abubakar juga mengimbau para orangtua untuk tidak mengizinkan putra putrinya yang masih di bawah umur mengenderai sepeda motor. Mengingat data kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak usia remaja masih tinggi. Untuk data penerima santunan dari Jasa Raharja, masih didominasi oleh masyarakat usia produktif. Namun demikian, jumlah untuk usia pelajar, juga cukup banyak. “Jika dirinci, untuk penerima santunan, usia produktif 26-55 tahun, mencapai 41,12 persen. Sementara, usia pelajar 11-25 tahun mencapai 36,06 persen, usia balita dan anak-anak mencapai 0,84 persen, lansia diatas 56 tahun ,mencapai 21,98 persen,” bebernya. Dengan masih tingginya angka kecelakaan pada pelajar, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas.
Selain itu, dirinya juga mengharap, agar tidak ada orang tua yang mengizinkan anak-anak untuk mengendarai sepeda motor. Baik yang masih SD, maupun SMP. Supaya tidak ada lagi korban-korban yang sia sia terhadap pelajar. “Kita tidak ingin lagi ada pelajar yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” harapnya. Pihaknya juga menjelaskan selama tahun 2022, sekitar Rp 52 miliar santunan dari pihak Jasa Raharja, telah tersalurkan. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2021 lalu, yakni mencapai 67,3 persen. tim/sathya



