Ekonomi BisnisHukumLifeStyle

Lawan Dominasi Global, PT Sentrik Persada Nusantara Ajak Driver Lokal Bersatu di Aplikasi Tri Hita Trans

877 Views

BADUNG, OborDewata.com – Menanggapi keresahan para pelaku transportasi lokal terhadap gempuran aplikasi transportasi global dan menjamurnya kendaraan luar yang tidak tertib di Bali, PT Sentrik Persada Nusantara mengambil langkah strategis. Melalui aplikasi Tri Hita Trans, perusahaan berkomitmen untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi transportasi ke tangan warga lokal dan desa adat.

​Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, menegaskan bahwa kehadiran Tri Hita Trans bukan sekadar bisnis, melainkan sebuah gerakan penyelamatan tatanan ekonomi dan budaya Bali. Menurutnya, saat ini sektor transportasi di Bali sedang dikuasai oleh kekuatan kapitalis global yang seringkali tidak selaras dengan aturan adat dan mengancam mata pencaharian warga setempat.

​”Kita tidak boleh berdiam diri melihat wilayah kita dikacaukan. Kita seperti menjadi tamu di rumah sendiri. Motivasi saya membuat aplikasi ini adalah agar warga lokal kembali menjadi tuan rumah dan peran ekonomi desa adat meningkat,” ujar I Made Sudiana pada Sabtu (21/2/2026).

​​Sudiana menambahkan, salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah kemudahan akses bagi pengemudi lokal yang ingin bergabung namun terkendala fasilitas kendaraan. diungkapkannya bahwa PT Sentrik telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank BPD Bali untuk memberikan kemudahan akses kredit (KUR).

​”Kita fasilitasi negosiasi dengan pihak perbankan sehingga teman-teman diberikan kemudahan akses modal. Bahkan, kita konsepkan agar teman-teman bisa sukses tanpa modal awal yang berat, karena semua proses administrasi dan penjaminan akan dibantu oleh sistem yang kita bangun di Tri Hita Trans,” tambahnya.

​​Gayung bersambut, perwakilan dari Trinadi Transport, I Ketut Suartha, memberikan apresiasi tinggi atas gagasan ini. Ia mengakui bahwa selama ini para driver lokal merasa terjebak dalam persaingan yang tidak sehat dengan aplikasi luar yang tidak memiliki ikatan emosional dengan budaya Bali.

​Namun, Suartha juga menitipkan pesan penting terkait operasional di lapangan, terutama mengenai masalah parkir yang sering dikeluhkan masyarakat. “Kami berharap Tri Hita Trans bisa memberikan solusi agar kendaraan tidak parkir sembarangan di bahu jalan yang mengganggu kenyamanan publik. Harus ada koordinasi mengenai posko atau tempat parkir agar kita tetap menghormati masyarakat dan tidak melanggar aturan yang kita buat sendiri,” kata Suartha.

​Selain aplikasi, I Made Sudiana juga membentuk yayasan yang melibatkan akademisi dan praktisi ekonomi untuk mengawal sistem ekonomi berbasis desa adat. Kedepannya, program ini tidak hanya menyasar sektor transportasi, tetapi juga pelatihan di unit usaha industri lainnya untuk membendung eksploitasi ekonomi masif dari pihak luar.

​”Jika kita serius dan semangat, saya yakin masalah di jalan akan berkurang dan ekonomi lokal akan kuat kembali. Ini adalah langkah penyelamatan untuk generasi mendatang,” tutup Sudiana.

Sebagai langkah konkret, PT Sentrik Persada Nusantara akan segera membentuk grup koordinasi dengan komunitas transportasi untuk mensosialisasikan mekanisme kerja aplikasi dan detail dukungan perbankan secara lebih mendalam. tra/dx