DENPASAR, OborDewata.com – Guna menggairahkan pariwisata di Bali, Pemerintah pusat harus dapat mengambil langkah cerdas, seperti halnya membebaskan VOA (Visa On Arrival) kepada wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, menurutnya langkah ini merupakan sebagai momentum yang bagus agar bisa direspon cepat oleh pemerintah pusat.
Mudarta menambahkan, dengan masih dikenakannya tarif VOA di era pemulihan ekonomi, sudah jelas hal ini menghambat jalur, sebab ada uang tambahan yang harus dikeluarkan wisatawan asing yang ingin berkunjung Bali. Lebih baik, pemerintah pusat memberikan kemudahan kepada hotel maupun restoran daripada harus memungut biaya VOA Rp 500.000 perkepala dari tamu asing yang ingin masuk ke Bali.
“Jadi kami mengusulkan kepada pemerintah pusat bagi tamu yang masuk ke Bali bebas visa,” ungkapnya politisi asal Gumi Makepung pada Selasa (24/5/2021).
Lanjutnya Mudarta, dengan diberikan kemudahan bagi para wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Bali, sudah jelas pihaknya meyakini semakin banyak tamu asing yang akan berkunjung, dan otomatis ekonomi akan kembali bangkit. “Ketika kemudahan biaya gratis VOA tidak diterapkan akan berpotensi menuai kerugian, sebab karakter tamu pasti akan mencari tempat wisata yang bagus, murah dan mudah,” bebernya.
Mudarta mengakui, sejatinya pendapatan Bali hanya bertumpu pada pariwisata, sedangkan sektor pertanian, perikanan maupun peternakan hanya sebagai pendukung. Jadi ketika pariwisata Bali terpuruk, sudah pasti semuanya kena imbasnya. Oleh karena itu untuk bisa melakukan pemulihan ekonomi, satu-satunya jalan wisatawan asing yang datang ke Bali harus dimudahkan dengan bebas visa.
“Kalau bisa wisatawan asing yang datang ke Bali bebas visa, bebas asuransi, dan saya yakin dengan adanya bebas visa akan menarik wisatawan asing ke Bali,” pungkasnya. Sathya



