TABANAN, OborDewata.com – Guna memajukan koperasi di Tabanan untuk menuju digatalisasi Bank BPD Bali Cabang Tabanan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi se-Kabupaten Tabanan, bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Tabanan dan UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Kabupaten Tabanan (Samsat Tabanan) di Aula Kantor Dekopinda Tabanan, pada Jumat (10/11/2023). Pada kesempatan itu, Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan diwakili Kabid DJA Bank BPD Bali Cabang Tabanan, I Made Dwi Pramana menjelaskan melalui Bimtek ini untuk menjalin kerja sama dengan koperasi yang bertujuan untuk proses digitalisasi koperasi menjadi agent Mailaku Bank BPD Bali dan transaksi menggunakan internet Banking Bank BPD Bali.
Dari transaksi menggunakan IBB (internet banking bisnis) Bank BPD Bali bisa melayani pembayaran Samsat, termasuk PBB dan PPOB lainnnya, sehingga koperasi memberikan kemudahan dan kenyamanan anggotanya dalam bertransaksi. Selain itu, juga diberikan edukasi terkait program kredit KKLK (Kredit Kepada Lembaga Keuangan), dengan bunga ringan dan persyaratan mudah, apabila koperasi membutuhkan permodalan. Melalui Bimtek ini, juga dapat menambah tingkat kepercayaan koperasi dalam memantapkan program KKLK. “Kemudahan kredit dapat memberikan pelayanan prima kepada anggota koperasi,” imbuhnya.
Dikatakan bekerja sama dengan Bank BPD Bali bisa melakukan pembayaran pajak menggunakan layanan Virtual Account Samsat (VAST). Sistem layanan berbasis aplikasi ini bertujuan mempermudah dan memperlancar pembayaran pajak kendaraan bermotor di Bali. Karena itu, kerja sama Samsat Tabanan dengan koperasi melalui Koperasi Pajak Kerthi Bali bisa lebih memudahkan masyarakat melunasi pajak kendaraannya. “Masyarakat juga bisa menitipkan uang pembayaran pajak kendaraannya di koperasi dan pihak koperasi yang membayarkan pajak kendaraannya itu, juga bisa melalui layanan aplikasi pembayaran pajak non tunai Bank BPD Bali untuk bayar samsat,” ungkapnya.
Pihaknya juga sangat mendukung Samsat Tabanan sudah membuat terobosan untuk mendekatkan masyarakat lewat koperasi untuk membayar pajak kendaraan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah. Hal ini juga sejalan dengan layanan non tunai atau digitalisasi transaksi pembayaran melalui Bank BPD Bali, sehingga diharapkan setelah Bimtek kali ini, MoU bisa tersebar untuk semua koperasi di setiap kecamatan se-Kabupaten Tabanan. “Saya harap inovasi dan kerja sama dengan koperasi bisa terus berjalan dengan baik ke depan,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap adanya penipuan yang mengatasnamakan Bank BPD Bali, terutama melalui sejumlah fitur online dari perbankan. Fitur tersebut, kata dia, memang untuk memudahkan transaksi keuangan sekaligus meningkatkan brand perusahaan perbankan. “Namun demikian, masyarakat mesti waspada. Terhadap kemungkinan penyalahgunaan sistem online, yang mudah terjadi di era digitalisasi perbankan dewasa ini,” katanya, seraya menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan nasabah agar terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan Bank BPD Bali.
Pertama, memastikan bahwa informasi yang yang diperoleh terkait Bank BPD Bali berasal dari channel komunikasi resmi perusahaan. “Kedua, nasabah juga diimbau untuk tidak pernah memberikan informasi data rahasia kepada siapapun. Hal tersebut meliputi Nomor PIN (Personal Identification Number), User ID, Kode OTP (One Time Password), User ID, Kode Akses dan informasi juga nomor, Card Verification Value (CVV), hingga tanggal kadaluarsa (expire date) kartu kepada pihak manapun. Pihak bank tidak akan pernah meminta informasi data tersebut melalui sarana media elektronik yang tidak aman,” tandasnya.
Selain itu, di antara penyalahgunaan sistem online yang marak menyerang dunia perbankan adalah phising dan skimming. Phising merupakan aksi penipuan yang dilakukan pihak tertentu lewat upaya mencuri informasi rahasia seorang nasabah, dengan mengincar user-id, PIN, OTP, data kartu kredit dan informasi sensitif lainnya. “Modus mereka bisa dengan membuat situs palsu yang memiliki tampilan mirip dengan situs resmi bank,” ujarnya. Sementara phising, menurutnya dikerjakan dengan penipu mengaku sebagai petugas bank atau institusi tertentu.
Kemudian meminta data nasabah (username dan password atau user id dan lainnya) dengan modus yang mengaku sebagai call center bank untuk menelepon nasabah, dan kemudian melancarkan aksi penipuan. Ia mengungkapkan, pengamanan terhadap aksi phising bisa ditempuh di antaranya melalui menjaga kerahasiaan data pribadi. “Tidak sembarangan membuka email dan link email yang tidak jelas pengirimnya. Atau bisa dengan rutin mengubah password secara berkala, dengan memakai password kombinasi huruf, angka dan karakter,” paparnya.
Kewaspadaan nasabah, menurutnya juga harus ditingkatkan atas skimming, yaitu metode membaca data magnetik yang terdapat pada Kartu Debit atau Kartu Kredit secara ilegal. “Modus lainnya yang sering terjadi adalah skimming data lewat pengintipan data nasabah di mesin ATM, melalui kamera tersembunyi yang dipasang pelaku,” ujarnya. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi skimming yakni, mengutamakan menggunakan ATM bank, mengganti PIN ATM secara berkala. Menutup tombol pinpad dengan tangan, saat anda memasukkan PIN ATM.
“Penting diingat pula, jangan sampai mudah memberikan PIN ATM kepada pihak lain, yang mengaku sebagai petugas bank,” tuturnya, sembari menegaskan Bank BPD Bali telah berupaya memberikan informasi dan wawasan guna meningkatkan kewaspadaan nasabah atas setiap penipuan online. “Tentu saja layanan digital telah memudahkan masyarakat dalam mengakses setiap produk dan program perbankan yang ada. Namun begitu, kehati-hatian dalam setiap aktivitas transaksi mutlak dijalankan demi keamanan bersama,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Samsat Tabanan, I Ketut Sadar, S.Sos., MH, menjelaskan bahwa kerja sama Bank BPD Bali yang dijalin dengan koperasi tersebut, tidak lain untuk meningkatkan PAD Provinsi Bali serta mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan. Oleh karena itulah, melalui Bimtek dari Dekopinda Tabanan bekerja sama dengan Bank BPD Bali Cabang Tabanan yang melibatkan Samsat Tabanan sebagai narasumber untuk peningkatan kualitas kinerja lembaga koperasi ke depan menuju lebih sukses dan berhasil.
Disadari jika sosialisasi ini berjalan sukses, maka akan bergabung sekitar 300 koperasi sehat yang ada di seluruh Tabanan dapat segera menjalin MoU dengan Samsat Tabanan. Karena itulah, Samsat Tabanan yang paling gencar dengan program yang inovatif. “Sehingga dapat memudahkan para wajib pajak kendaraan di Tabanan untuk nyamsat hanya perlu sampai di koperasi saja, dan tidak perlu lagi datang ke Kantor Samsat,” terang Ketut Sadar yang sempat menjabat sebagai Kasi Penagihan dan Keberatan Pajak di Samsat Badung itu.
Program ini pun disambut baik oleh masyarakat Tabanan di antaranya Ni Kadek Ayu, warga desa asal Kediri. Ia mengatakan jika ketika melakukan pembayaran pajak kendaraan ia tak lagi khawatir seperti dulu. Dimana ia harus mengantre lama di Kantor Samsat karena ramainya masyarakat yang menyamsat. “Karena itu, kalau dengan adanya berita tentang Bank BPD Bali kami tetap percaya dan menempatkan dana di BPD Bali. Ini kami bahkan memindahkan dana kami sedikit demi sedikit ke BPD Bali,” tegasnya. ama/sathya



