DENPASAR, Obordewata.com – Guna meningkatkan keuangan masyarakat di Bali, serta mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap investasi dan pinjaman online ilegal, Bank BPD Bali menggandeng OJK Regional 8 Bali, untuk memberikan pemahaman bahaya investasi ilegal dan Pinjol (Pinjaman online) kepada masyarakat Desa Sanur Kauh, pada Jumat (22/4/2022). Acara yang dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di bawah komando Giri Tribroto merangkul Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestare Widiatmika, Anggota DPR RI Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya diharapkan masyarakat tidak tergiur akan iming-iming bunga investasi ilegal yang cukup besar, dan ujung-ujungnya tertipu.
Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestare Widiatmika menjelaskan, investasi ilegal dan pinjol sendiri diakuinya banyak masyarakat yang tertipu, sehingga untuk mencegah terjadinya penipuan tersebut masyarakat Bali harus cerdas menentukan pilihannya dengan menabung di Bank BPD Bali. Serta mengajak masyakarat Desa Sanur Kauh untuk bisa menggunakan fasilatas Bank BPD Bali yaitu KUR dengan bunga yang sangat rendah, untuk pengembangan bisnisnya daripada harus meminjam online atau renternir.
“Saya harap masyakat harus cerdas dalam mengambil keputusan, dan jangan mudah tergiur oleh investasi online. Lebih baik simpan uangnya untuk masa depan, dan acara ini sebagai bentuk edukasi terkait investasi bodong/ilegal, agar tidak masuk desa. Dan saya ingin masyarakat menyimpan uangnya di bank, agar tidak mendapatkan masalah,”jelasnya.
Dijelaskan Made Lestare, PT Bank Pembangunan Daerah Bali berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 19,8 triliun pada 2021. Ungkapnya penyaluran KUR menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Bank BPD Bali untuk mempercepat akses keuangan di daerah sekaligus mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam merealisasikan KUR tersebut, Bank BPD Bali meluncurkan program Mesari (Membangun Masyarakat Bali) yaitu program kredit KUR klaster sektor produksi dengan tambahan benefit subsidi tambahan bunga 3,00% dari bank.
“Melalui Mesari, nasabah bisa mendapat subsidi bunga tambahan dari pemerintah sebesar 3,00% sampai Juni 2022. Selain itu, penerima program Mesari hanya perlu membayar bunga KUR 0,00%,” jelasnya.
Sementara Anggota DPR RI Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya, sangat mengapresiasi kiprah Bank BPD Bali dalam pelayanan KURnya terbaik no 1 di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan dana bergulir Rp 1 triliun, dengan NPLnya juga bagus. “Kami dorong Bank BPD Bali untuk terus membangun dan berkarya untuk ekonomi Bali, sehingga bisa memulihkan perekonomian di Bali,” jelasnya.
Rai Wirajaya menambahkan, Kredit Mesari yang dimiliki Bank BPD Bali dirinya menilai sangat membantu UMKM kecil dengan suku bunga hanya 0,3%. Artinya kredit Mesari bisa membangun perekonomian di Bali. “Kredit Mesari ini sangat luar biasa membantu pergerakan ekonomi di Bali. Bahkan saya liat Bank BPD Bali yang awalnya PD sekarang PT sangat luar biasa sekali. Artinya perubahan ini membawa energi positif, apalagi CSRnya sudah berapa pura yang terbantu,” paparnya.
Hal yang sama dikatakan Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada S.sos mengatakan, Bank BPD Bali sangat luar biasa membantu perekonomian di desanya, dengan bunga yang sangat kecil, bahkan proses pengajuan kreditnya pun sangat mudah. “Saya sangat berterimakasih kepada Bank BPD Bali, yang sudah membantu mengeluarkan KUR di Desa Sanur Kauh,” ucapnya. sathya



