Daerah

Tahura Ngurah Rai, Paru-Paru Kota yang Terus Dijaga

884 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai tetap menjadi oase hijau yang vital bagi ekosistem Bali selatan. Keberadaan hutan mangrove di kawasan ini tak hanya berperan sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi benteng alami untuk melindungi pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Kesadaran akan pentingnya pelestarian mangrove terus digencarkan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui diskusi interaktif yang membahas penanaman bibit mangrove, pengendalian tumbuhan invasif seperti eceng gondok, serta pemanfaatan tanaman mangrove sebagai produk bernilai ekonomi.

Kawasan Tahura yang dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi hutan dan laut. Lebih dari itu, warga sekitar turut memberdayakan tanaman mangrove menjadi produk olahan seperti stik camilan, teh herbal, sirup, masker wajah, hingga bahan kosmetik alami.

Ketua KUB Simbar Segara, Ketut Darsana, menegaskan bahwa pelestarian kawasan Tahura tak bisa dilakukan setengah-setengah. “Kami rutin mengadakan edukasi mangrove, pengenalan jenis-jenis mangrove, pelestarian flora-fauna, serta menjaga kebersihan hutan dari sampah. Kami juga aktif mengawasi potensi perusakan terhadap ekosistem mangrove di wilayah ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peran besar dalam mitigasi bencana. Selain menahan abrasi dan gelombang tinggi, mangrove juga menyerap emisi karbon, membantu mengurangi dampak perubahan iklim, dan mendukung ketahanan lingkungan pesisir.

Indonesia, sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, memiliki peran strategis dalam menghadapi krisis iklim global. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan restorasi ekosistem mangrove seperti yang dilakukan di Tahura Ngurah Rai, menjadi langkah penting yang patut didukung oleh semua lapisan masyarakat. tim/dx