Daerah

Ngaliggihan Weda,Ida Pedande Rai Putra Keniten

1.3K Views

SEMARAPURA, OborDewata.com – Manjalankan Ngalinggihang Weda meeupakan bagian tak terpisahkan dari proses upacara upakara Padiksaan.
Setelah menyelesaikan proses Padiksaan, tahapan berikutnya adalah Ngalinggihang Weda.Acara tersebut dilakukan oleh Pasemetonan Geria Gede, Bakas, Klungkung, Selasa (02/11/2021).

Menurut Ida Bagus Surya Wedanta, Ngalinggihang weda merupakan mengikuti aturan Aguron guron. Maksudnya adalah Ida Nabe akan memberikan jalan atas piceket beliau berdasarkan kemampuan kapan bisa melaksakan Ngalinggihang Weda. Ida Nabe akan melihat sejauh mana kemampuan Nanak. Dimana sang Nanak sudah siap secara mental tentang Puja. Kalau sang nanak sudah dinyatakan siap menjalankan Puja, disanalah waktu yang tepat untuk melaksanakan Ngalinggihang Weda.

Biasanya dijalankan 1 bulan 7 hari kalender bali. Dan kalau sang Nanak sudah mempersiapkan dan atau belajar sejak lama, tidak mengikat kapanpun bisa dilaksanakan, bahkan 3 hari setelah pediksaan bisa juga dilaksanakan bila Ida Guru Nabe melihat sang Nanak sudah siap melaksakannya. sudah barang tentu sesuai dengan penilaian Ida Guru Watra yang membingbingnya bila dianggap sudah mampu.

“Bilamana Ida Guru Nabe dan Guru Watra belum mampu, bisa juga dilakukan sesuai dengan kemampuan sang Nanak, bisa 3 bulan, bisa 6 bulan , semua berpulang akan kemampuan sang Nanak untuk melaksanakan Ngalinggihan Weda. semua berdasarkan bimbingan dan tuntunan Ida Guru Watra dan atau Guru Nabe, “ucapnya.

Orang yang sudah Didiksa adalah lahir dari Jnana, tidak seperti orang welaka ada istilah kasebelan atau cuntaka. kadi pada prinsipnya adalah waktu yang terbaik adalah dimana Jnana tentang Puja sudah menyatu dalam diri seorang nanak.

Karena lahir dari Jnana (Kemampuan spiritual) tidak ada batasan waktu yang bisa sebagai acuan waktu, jadi acuan yang mendasar adalah Jnana Puja yg diterima dan pelajari oleh seorang sudah menyatu dan siap dalam batin seorang nanak. Semua berpulang kepada kesiapan mental spiritual Jnana seorang nanak. Guru Nabe dan Guru watra hanya bersifat menuntun dan mengarahkan. Tiba saatnya kapan hari baik untuk melaksakan Ngaligihang Weda sesuai dengan petunjuk dan arahan dari seorang Guru Nabe.

“Makna dari Ngalinggihang Weda adalah merasuknya Sanghyang Weda, dimana lahirnya Catur Weda yang merupakan inti dari Tirtha Amertha yang akan diteeima oleh seorang nanak, ” imbuhnya.

Setelah selesai prosesi Ngalinggihang Weda, sang Nanak sudah semestinya dan seyogyanya melakukan Nyurya Sewana aetiap hari sebagai persiapan untuk Lokapalasraya, dimana seorang nanak sudah siap diminta untuk muput atau memimpin upacara pada tahapan tertentu saja. Karena ada tahapan selanjutnya yang harus dilaksakan seorang nanak adalah upacara Mapulang Lingga

Upacara Mapulang Lingga adalah tahapan seorang nanak yg harus dilaksankan dimana puja puja yang digunakan memimpin upcara pada tingkatan yang lebih tinggi yaitu sudah bisa memimpin maupun upacara tingakatan lebih besar (Muput Upacara Seraja Karya) yang menggunakan wewantenan Catur dan atau upacara upakara yang utama yang lebih tinggi tingkatannya.

“Karena Tirtha dari hasil Puja tersebut sudah bisa digunakan menyelesaikan segala jenis wewantenan. Karena Banten merupakan Kendaraan (Palinggihan) dari Sanghyang Catur Weda, ” jelasnya.

Kesimpulannya adalah ketika sang nanak sudah Ngalinggihang Weda, dimana sudah lahir janan Catur Weda artinya semenjak hari tersebut sudah bisa memimpin (Muput) upacara pada tahapan tertentu, tahapan Mapulang lingga sudah bisa memimpin upacara pada tahapan upacara Utama.(DT).