Daerah

Empati Terhadap Bencana Alam, Gus Gaga Imbau Tak Ada Pesta Kembang Api Akhir Tahun

884 Views

GIANYAR, OborDewata.com – Anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra atau yang akrab disapa Gus Gaga mengimbau pemerintah daerah untuk meniadakan pesta kembang api pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025. Imbauan tersebut disampaikan sebagai wujud empati dan keprihatinan atas berbagai musibah bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Ida Bagus Gaga Adi Saputra menilai suasana duka akibat bencana belum sepenuhnya berlalu. Banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh menyebabkan ribuan warga terdampak dan menimbulkan korban jiwa, sementara di Bali sendiri bencana alam juga terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota, mengakibatkan kerusakan permukiman, infrastruktur, serta korban meninggal dunia.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar itu berpandangan bahwa penyelenggaraan pesta kembang api dengan nuansa hingar-bingar dan euforia berpotensi mencederai rasa empati sosial. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan paradoks di tengah masyarakat, ketika sebagian pihak berpesta sementara di sisi lain masih banyak warga yang berjuang menghadapi dampak bencana.

“Dalam situasi seperti ini, kita perlu menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas. Merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api justru bisa dipersepsikan sebagai sikap yang kurang peka terhadap penderitaan sesama,” ujarnya.

Selain pertimbangan empati, Ida Bagus Gaga juga mengingatkan adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari kegiatan yang tidak bersifat mendesak, khususnya yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar anggaran yang biasanya dialokasikan untuk pesta kembang api—yang nilainya dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah—dialihkan untuk membantu warga terdampak bencana dan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, penggunaan dana tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana.

Ida Bagus Gaga juga menyoroti aspek budaya dan lingkungan. Ia menilai kembang api bukan merupakan bagian dari tradisi lokal Bali dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Padahal, pembangunan daerah saat ini tengah diarahkan pada prinsip keberlanjutan dan pelestarian alam.

Sebagai alternatif, ia mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan cara yang lebih arif dan kontemplatif. Pergantian tahun, menurutnya, seharusnya menjadi momentum refleksi diri, ungkapan rasa syukur, serta evaluasi atas perjalanan yang telah dilalui, bukan sekadar perayaan yang sarat kemewahan dan euforia. tim/dx