Daerah

Cuaca Ekstrem Terjang Nusa Penida, Bupati Klungkung Tinjau Lokasi Bencana

891 Views

KLUNGKUNG, OborDewata.com — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya sejumlah bencana alam di Kecamatan Nusa Penida. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam tersebut menyebabkan tanah longsor, air bah, dan banjir yang mengakibatkan kerusakan pada pura serta infrastruktur lingkungan.

Menindaklanjuti dampak bencana tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kalak BPBD Klungkung, Kepala Dinas Kebudayaan, Camat Nusa Penida, serta perwakilan Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung.

Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah Pura Ulun Danu Banjar Penida di Desa Sakti. Pura yang diempon oleh sekitar 90 kepala keluarga itu mengalami kerusakan lebih dari 80 persen akibat longsor yang disertai aliran air dan lumpur. Klian Pura Ulun Danu Banjar Penida, I Made Budiarna, menyampaikan kejadian terjadi sekitar tengah malam. Akibat bencana tersebut, 10 pelinggih, satu bale piyasan, apit lawang, serta tembok penyengker mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp2 miliar.

Kerusakan juga terjadi di Banjar Senangka, Desa Sakti, di mana sebuah bale piyasan pada pura paibon roboh akibat hujan lebat dan angin kencang yang terjadi pada Selasa (20/1/2026) sore. Selain itu, Pura Segara di Banjar Prapat, Desa Ped, turut terdampak air bah. Empat pelinggih beserta tembok penyengker roboh akibat derasnya aliran air. Sekretaris Banjar Prapat, I Komang Suwarma, melaporkan aliran air juga merobohkan tembok rumah serta pelinggih penunggun karang milik warga yang berada di sekitar pura.

Rombongan sebelumnya juga meninjau lokasi banjir di Desa Batununggul, tepatnya di ruas jalan depan Bank BPD Bali. Bupati Satria mendapati saluran Sungai Mentigi mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah, sehingga menyebabkan banjir setinggi sekitar satu meter meskipun hujan yang turun tergolong sedang. Perbekel Desa Batununggul, I Ketut Sulatra, menjelaskan banjir terjadi akibat sedimentasi sungai dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah sungai di Desa Ped yang mengalami penyempitan akibat pembangunan tidak terkendali.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Klungkung mengambil sejumlah langkah. Untuk Pura Ulun Danu Banjar Penida, Bupati menyarankan agar pura direlokasi ke lokasi yang lebih aman karena posisi saat ini berada di bawah tebing rawan longsor. Pemerintah Kabupaten Klungkung akan mengupayakan permohonan lahan kepada Pemerintah Provinsi Bali selaku pemilik lahan di sekitar lokasi.

Selain itu, Bupati juga meminta para pengempon pura yang terdampak di Banjar Senangka dan Banjar Prapat untuk segera menyusun proposal lengkap beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) guna diajukan ke Pemerintah Kabupaten Klungkung. Terkait pendangkalan sungai dan saluran air di Desa Batununggul dan Desa Ped, Bupati Satria memerintahkan BPBD bersama Dinas PUPRPKP untuk melakukan normalisasi sungai pada tahun 2026 sebagai langkah pencegahan banjir di wilayah Nusa Penida. (tim/dx)