DENPASAR, OborDewata.com – Kepolisian Daerah Bali terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi langsung dengan pelaku usaha distribusi pangan di wilayah Bali.
Koordinasi tersebut dilaksanakan oleh Panit 2 Subdit II Direktorat Intelijen Keamanan Kepolisian Daerah Bali, AKP I Ketut Jayana, bersama anggota, dengan pemilik CV Sumber Pangan Denpasar, Andre Tandika. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas kondisi pasokan, distribusi, serta kesiapan menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang HBKN.
AKP I Ketut Jayana mengatakan, komunikasi dengan pelaku usaha pangan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan di pasaran.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok penting tetap aman dan distribusinya berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara aparat keamanan dan distributor pangan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan distribusi maupun gejolak harga.
“Dengan komunikasi yang baik, kami berharap tidak terjadi kelangkaan ataupun lonjakan harga yang dapat meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, pemilik CV Sumber Pangan Denpasar, Andre Tandika, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi peningkatan permintaan jelang HBKN. Menurutnya, hingga saat ini kondisi stok bahan pokok masih dalam keadaan aman.
“Untuk saat ini, stok bahan pokok masih terjaga dan distribusi berjalan normal. Kami berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Andre juga menilai koordinasi dengan aparat kepolisian memberikan kepastian dan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan distribusi pangan.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas pangan, terutama pada momentum hari besar keagamaan,” pungkasnya.
Melalui sinergi tersebut, Polda Bali berharap ketersediaan dan distribusi bapokting di seluruh wilayah Bali tetap terkendali, sehingga stabilitas ekonomi daerah dan situasi kamtibmas dapat terjaga selama periode HBKN. (tim/dx)



